<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>seni patung Archives - wawasandigital.id</title>
	<atom:link href="https://wawasandigital.id/tag/seni-patung/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://wawasandigital.id/tag/seni-patung/</link>
	<description>Temukan Inspirasi, Ciptakan Keindahan — Dunia Seni dan Kerajinan yang Menghidupkan Imajinasi.</description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 Dec 2025 04:58:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>
	<item>
		<title>Festival Seni Patung Bekasi Hadirkan Material Logam Daur Ulang</title>
		<link>https://wawasandigital.id/festival-seni-patung-bekasi-hadirkan-material-logam-daur-ulang/</link>
					<comments>https://wawasandigital.id/festival-seni-patung-bekasi-hadirkan-material-logam-daur-ulang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2025 04:58:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Seni]]></category>
		<category><![CDATA[Bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[festival seni]]></category>
		<category><![CDATA[logam daur ulang]]></category>
		<category><![CDATA[seni berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[seni patung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wawasandigital.id/?p=822</guid>

					<description><![CDATA[<p>wawasandigital.id — Festival seni patung Bekasi hadirkan material logam daur ulang sebagai medium utama karya, menandai pergeseran...</p>
<p>The post <a href="https://wawasandigital.id/festival-seni-patung-bekasi-hadirkan-material-logam-daur-ulang/">Festival Seni Patung Bekasi Hadirkan Material Logam Daur Ulang</a> appeared first on <a href="https://wawasandigital.id">wawasandigital.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://wawasandigital.id/"><strong><em>wawasandigital.id</em></strong></a> — Festival seni patung Bekasi hadirkan material logam daur ulang sebagai medium utama karya, menandai pergeseran penting dalam praktik seni kontemporer yang semakin sadar lingkungan. Berlangsung di <strong>Bekasi</strong>, festival ini mempertemukan seniman, komunitas kreatif, dan publik dalam satu ruang apresiasi yang mengedepankan kreativitas sekaligus tanggung jawab ekologis. Penggunaan logam bekas—mulai dari potongan besi, baja ringan, hingga komponen industri—memberi pesan kuat tentang potensi material sisa menjadi karya bernilai artistik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kehadiran festival ini relevan dengan konteks perkotaan Bekasi yang dinamis. Di tengah aktivitas industri dan urbanisasi, seni patung berbasis daur ulang menjadi medium dialog antara estetika, lingkungan, dan identitas kota.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>Baca Juga: &#8220;<a href="https://wawasandigital.id/produk-seni-keramik-dekoratif-dipasarkan-kolektor/">Produk Seni Keramik Dekoratif Malang Dipasarkan Kolektor Lokal</a>&#8220;</em></strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading">Konsep Festival dan Pendekatan Kuratorial</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Festival dirancang dengan pendekatan kuratorial yang menekankan transformasi material. Logam daur ulang dipilih bukan sekadar sebagai bahan alternatif, tetapi sebagai gagasan utama yang membentuk narasi pameran. Setiap karya menampilkan proses perubahan: dari limbah menjadi bentuk artistik yang bermakna.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kurator menata karya secara tematik agar pengunjung dapat mengikuti alur cerita. Mulai dari eksplorasi tekstur, struktur, hingga pesan sosial yang disampaikan melalui bentuk patung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ciri utama konsep festival:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Material daur ulang sebagai medium utama</li>



<li>Narasi transformasi limbah</li>



<li>Dialog antara seni dan lingkungan</li>



<li>Akses publik yang inklusif</li>
</ul>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading">Festival Seni Dengan Logam Daur Ulang sebagai Medium Artistik</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Logam memiliki karakter kuat: keras, tahan lama, dan kaya tekstur. Dalam tangan seniman, sifat-sifat ini dieksplorasi untuk membentuk komposisi yang dinamis. Potongan logam disusun, dilas, dan dipoles untuk menghadirkan detail visual yang unik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemilihan logam daur ulang juga membuka kemungkinan bentuk yang tidak lazim. Ketidaksempurnaan material justru menjadi kekuatan estetik, menampilkan jejak penggunaan sebelumnya sebagai bagian dari cerita karya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading">Festival Seni Dengan Ragam Karya dan Ekspresi Visual</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Festival menampilkan beragam gaya dan pendekatan. Ada patung figuratif yang mengangkat tema manusia dan lingkungan, serta karya abstrak yang menekankan ritme dan keseimbangan bentuk. Skala karya bervariasi, dari instalasi besar hingga patung berukuran sedang yang dapat diamati dari dekat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keberagaman ini memberi pengalaman visual yang kaya. Pengunjung tidak hanya melihat karya, tetapi juga memahami proses kreatif di balik pemilihan material.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading">Edukasi Publik dan Kesadaran Lingkungan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu tujuan utama festival adalah edukasi publik. Melalui seni patung, isu daur ulang dan pengelolaan limbah disampaikan dengan cara yang komunikatif. Pengunjung diajak memahami bahwa material sisa memiliki nilai jika dikelola dengan kreativitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan edukatif ini penting untuk menjangkau audiens luas, termasuk generasi muda. Seni berfungsi sebagai pintu masuk untuk diskusi lingkungan yang lebih luas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Manfaat edukatif yang dihadirkan:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Meningkatkan kesadaran daur ulang</li>



<li>Memperkenalkan seni berkelanjutan</li>



<li>Mendorong kreativitas berbasis lingkungan</li>



<li>Menghubungkan seni dengan isu sehari-hari</li>
</ul>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading">Respons Pengunjung dan Partisipasi Komunitas</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Antusiasme pengunjung terlihat dari interaksi yang intens di area pamer. Banyak pengunjung meluangkan waktu untuk membaca penjelasan karya dan berdiskusi. Partisipasi komunitas lokal memperkaya dinamika festival, menjadikannya ruang pertemuan lintas minat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keterlibatan publik ini menunjukkan bahwa seni berbasis isu lingkungan memiliki daya tarik yang kuat ketika dikemas secara menarik dan kontekstual.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading">Tantangan Teknis dalam Pengolahan Logam</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Mengolah logam daur ulang bukan tanpa tantangan. Seniman harus menghadapi keterbatasan bentuk awal, proses pengelasan yang kompleks, serta aspek keamanan karya. Setiap tahapan memerlukan perencanaan matang agar karya aman dipamerkan dan sesuai konsep.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tantangan yang kerap dihadapi:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Ketersediaan material seragam</li>



<li>Proses teknis pengelasan</li>



<li>Berat dan stabilitas karya</li>



<li>Perawatan selama pameran</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Tantangan ini justru memperkaya nilai karya, karena menunjukkan ketekunan dan keahlian teknis seniman.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading">Dampak bagi Ekosistem Seni Lokal</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Festival ini memberi dampak positif bagi ekosistem seni lokal Bekasi. Seniman mendapatkan ruang eksposur, sementara komunitas kreatif memperoleh momentum kolaborasi. Keberadaan festival mendorong diskusi tentang praktik seni yang relevan dengan isu kontemporer.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, festival memperkuat posisi Bekasi sebagai kota yang terbuka terhadap inovasi budaya dan seni berkelanjutan.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading">Tabel Ringkas Elemen Utama Festival</h2>



<figure class="wp-block-table"><table class="has-fixed-layout"><thead><tr><th>Elemen</th><th>Fokus Utama</th><th>Dampak bagi Publik</th></tr></thead><tbody><tr><td>Material</td><td>Logam daur ulang</td><td>Kesadaran lingkungan</td></tr><tr><td>Kuratorial</td><td>Narasi transformasi</td><td>Pemahaman konteks</td></tr><tr><td>Ragam karya</td><td>Figuratif &amp; abstrak</td><td>Pengalaman visual kaya</td></tr><tr><td>Edukasi</td><td>Isu daur ulang</td><td>Wawasan bertambah</td></tr><tr><td>Partisipasi</td><td>Komunitas &amp; pengunjung</td><td>Interaksi meningkat</td></tr></tbody></table></figure>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading">Relevansi dengan Seni Kontemporer</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Seni patung berbasis material daur ulang mencerminkan arah seni kontemporer yang responsif terhadap isu global. Festival ini menunjukkan bahwa seni tidak berdiri terpisah dari realitas sosial, melainkan menjadi medium refleksi dan solusi kreatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan ini memperluas peran seni sebagai agen perubahan, bukan sekadar objek estetika.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading">Kesimpulan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Festival seni patung Bekasi menghadirkan material logam daur ulang sebagai wujud kreativitas yang berpihak pada lingkungan. Melalui karya-karya yang kuat secara visual dan pesan, festival ini mengajak publik melihat limbah dari perspektif baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih dari sekadar pameran, festival ini menjadi ruang edukasi dan dialog. Dengan menggabungkan seni, isu lingkungan, dan partisipasi publik, Bekasi menunjukkan potensi besar sebagai kota yang mendorong praktik seni berkelanjutan dan relevan dengan tantangan masa kini.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>Baca Juga: &#8220;<a href="https://travel.detik.com/travel-news/d-8268647/program-daur-ulang-produk-ekraf-penting-supaya-tidak-hasilkan-sampah/amp">Program Daur Ulang Produk Ekraf Penting Supaya Tidak Hasilkan Sampah</a>&#8220;</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://wawasandigital.id/festival-seni-patung-bekasi-hadirkan-material-logam-daur-ulang/">Festival Seni Patung Bekasi Hadirkan Material Logam Daur Ulang</a> appeared first on <a href="https://wawasandigital.id">wawasandigital.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://wawasandigital.id/festival-seni-patung-bekasi-hadirkan-material-logam-daur-ulang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Akademi Seni Banyuasin Gunakan Teknologi AR Belajar Patung</title>
		<link>https://wawasandigital.id/akademi-seni-banyuasin-teknologi-ar-patung/</link>
					<comments>https://wawasandigital.id/akademi-seni-banyuasin-teknologi-ar-patung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2025 12:12:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi Seni]]></category>
		<category><![CDATA[Akademi Seni Banyuasin]]></category>
		<category><![CDATA[augmented reality]]></category>
		<category><![CDATA[digital learning]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi kampus]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan seni]]></category>
		<category><![CDATA[seni patung]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi AR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wawasandigital.id/?p=121</guid>

					<description><![CDATA[<p>wawasandigital.id – Akademi Seni Banyuasin (ASB) kini menjadi sorotan setelah berhasil mengintegrasikan teknologi Augmented Reality (AR) ke...</p>
<p>The post <a href="https://wawasandigital.id/akademi-seni-banyuasin-teknologi-ar-patung/">Akademi Seni Banyuasin Gunakan Teknologi AR Belajar Patung</a> appeared first on <a href="https://wawasandigital.id">wawasandigital.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://wawasandigital.id/"><strong><em>wawasandigital.id</em></strong></a> – Akademi Seni Banyuasin (ASB) kini menjadi sorotan setelah berhasil mengintegrasikan <strong>teknologi Augmented Reality (AR)</strong> ke dalam pembelajaran seni patung.<br>Inovasi ini membuka cara baru bagi mahasiswa untuk mempelajari bentuk, proporsi, dan tekstur patung tanpa harus langsung memegang material fisik seperti tanah liat atau batu.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Kami ingin membawa pengalaman belajar patung ke level baru, di mana mahasiswa bisa melihat dan berinteraksi langsung dengan model tiga dimensi,” ujar <strong>Dr. Nur Aini Rahma</strong>, Kepala Program Studi Seni Rupa ASB.</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Teknologi ini memungkinkan mahasiswa menampilkan patung virtual dalam ukuran sebenarnya melalui layar gawai atau kacamata AR. Mereka dapat mengubah sudut pandang, menambahkan detail permukaan, hingga mempelajari struktur anatomi dari berbagai sisi — layaknya berada di studio nyata.<br><br><strong><em>Baca Juga: &#8220;<a href="https://wawasandigital.id/festival-seni-poso-pertunjukan-teater-gerak-2025/">Festival Seni Poso Hadirkan Pertunjukan Teater Gerak 2025</a>&#8220;</em></strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Akademi Seni Banyuasin Dari Studio ke Dunia Virtual</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Program ini bermula dari inisiatif dosen muda ASB yang ingin menjembatani kesenjangan antara praktik seni tradisional dan kemajuan teknologi digital.<br>Mereka bekerja sama dengan startup teknologi lokal <strong>Artverse Indonesia</strong>, yang mengembangkan aplikasi AR khusus untuk pendidikan seni.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur interaktif seperti:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>🧍 <strong>Model Anatomi 3D:</strong> Mahasiswa bisa menganalisis struktur tubuh manusia dengan skala proporsional.</li>



<li>🪨 <strong>Simulasi Material:</strong> Pengguna dapat memilih jenis tekstur, seperti batu pualam atau tanah liat.</li>



<li>✏️ <strong>Gesture Sculpting:</strong> Teknologi deteksi gerak yang memungkinkan pengguna “memahat” langsung melalui gerakan tangan.</li>



<li>🎨 <strong>Layer Warna:</strong> Fitur pewarnaan digital yang meniru efek cat minyak dan pastel.</li>
</ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Kami memadukan sentuhan tangan manusia dengan bantuan visual digital. Seni tidak ditinggalkan, hanya diperluas,” jelas <strong>Rizky Mahendra</strong>, pengembang utama Artverse.</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum sistem ini diterapkan, mahasiswa biasanya memerlukan ruang besar, waktu lama, dan material mahal. Kini, semua proses bisa dilakukan lebih efisien tanpa menghilangkan esensi pembelajaran seni rupa.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Akademi Seni Banyuasin Meningkatkan Kreativitas dan Efisiensi</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak uji coba pada awal semester ini, hasilnya menunjukkan perubahan signifikan pada cara mahasiswa memahami bentuk dan ruang.<br>Berdasarkan survei internal kampus, <strong>83% mahasiswa merasa lebih cepat menguasai dasar anatomi patung</strong>, sementara <strong>70% menyebut metode AR membantu eksplorasi ide lebih bebas.</strong></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Dulu saya sulit memahami proporsi kepala dan tangan manusia. Sekarang bisa saya lihat langsung dari semua sisi,” kata <strong>Alya</strong>, mahasiswa tingkat dua.</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Selain aspek teknis, teknologi AR juga memberi ruang bagi mahasiswa untuk berkolaborasi lintas jurusan.<br>Mahasiswa desain grafis, multimedia, dan patung bisa bekerja bersama membuat karya virtual interaktif yang dipamerkan secara digital di galeri kampus.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kelas Hybrid yang Hidup dan Adaptif</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Akademi Seni Banyuasin menerapkan pendekatan <strong>hybrid learning</strong>, menggabungkan praktik studio fisik dengan simulasi digital.<br>Dalam satu sesi, dosen memperlihatkan patung klasik seperti <em>David</em> karya Michelangelo dalam bentuk AR. Mahasiswa kemudian membandingkannya dengan replika fisik di ruang praktik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Metode ini dianggap efektif meningkatkan pemahaman visual dan tekstural.<br>Dosen bisa menilai hasil kerja mahasiswa secara real-time melalui dashboard digital, sementara mahasiswa dapat menyimpan hasil pahatan virtual mereka ke dalam <em>portfolio cloud</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa keunggulan pendekatan ini antara lain:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>⏱️ Efisiensi waktu belajar hingga 40%.</li>



<li>🌍 Akses pembelajaran jarak jauh bagi mahasiswa di luar kampus.</li>



<li>♻️ Pengurangan limbah material studio hingga 60%.</li>
</ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Kita tak lagi terbatas ruang dan bahan. Mahasiswa bisa berkreasi kapan pun, di mana pun,” tambah Nur Aini.</p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tantangan dan Adaptasi Pengajar Seni</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Meski inovatif, penerapan teknologi AR dalam seni patung bukan tanpa tantangan.<br>Sebagian dosen senior masih menilai pengalaman “memegang bahan” tidak bisa digantikan sepenuhnya.<br>Untuk menjembatani hal itu, kampus mengadakan pelatihan penggunaan AR bagi tenaga pengajar agar teknologi digunakan sebagai pelengkap, bukan pengganti.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Kami ajarkan cara menyeimbangkan teknologi dengan intuisi seni. Sentuhan manusia tetap inti dari patung,” jelas <strong>Dr. Nur Aini.</strong></p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">ASB juga membentuk <strong>laboratorium seni digital</strong> yang menampung eksperimen lintas bidang — mulai dari patung interaktif hingga seni instalasi berbasis proyeksi.<br>Mahasiswa diajak menciptakan karya yang menggabungkan tradisi lokal dengan pendekatan teknologi mutakhir.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Potensi Pameran Digital dan Kolaborasi Nasional</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah sukses di lingkungan internal, Akademi Seni Banyuasin berencana menggelar <strong>pameran patung digital pertama di Sumatera Selatan</strong>, di mana pengunjung dapat berinteraksi dengan karya melalui gawai AR.<br>Karya mahasiswa akan menampilkan tema “Ruang, Tubuh, dan Imajinasi Digital.”</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Pengunjung bisa berjalan di sekitar patung virtual dan bahkan memperbesar detailnya. Ini pengalaman baru yang interaktif,” kata <strong>Rizky Mahendra</strong>.</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">ASB juga tengah menjalin kolaborasi dengan <strong>Institut Kesenian Jakarta (IKJ)</strong> dan <strong>Universitas Multimedia Nusantara (UMN)</strong> untuk membentuk konsorsium seni digital nasional.<br>Tujuannya adalah menciptakan <strong>kurikulum seni berbasis teknologi AR dan VR</strong> yang dapat diterapkan di berbagai lembaga pendidikan seni di Indonesia.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Refleksi: Seni Tak Hilang, Hanya Berevolusi</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Perubahan yang dilakukan Akademi Seni Banyuasin menegaskan bahwa seni dapat beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan jiwanya.<br>Teknologi bukan ancaman, tetapi jembatan yang memperluas cara manusia mengekspresikan keindahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi mahasiswa, AR membuka kemungkinan baru untuk berimajinasi dan bereksperimen tanpa batas fisik.<br>Sementara bagi dunia seni Indonesia, ini menjadi contoh nyata bagaimana <strong>tradisi dan teknologi bisa bersanding dalam harmoni kreatif.</strong></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Seni patung adalah refleksi tubuh dan perasaan. Dengan AR, kami hanya menambah satu alat baru untuk merasakannya,” tutup Nur Aini.</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>Baca Juga: &#8220;<a href="https://www.tempo.co/info-tempo/kementerian-kebudayaan-raih-cnn-award-untuk-program-mtn-seni-budaya-2085434">Kementerian Kebudayaan Raih CNN Award untuk Program MTN Seni Budaya</a>&#8220;</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://wawasandigital.id/akademi-seni-banyuasin-teknologi-ar-patung/">Akademi Seni Banyuasin Gunakan Teknologi AR Belajar Patung</a> appeared first on <a href="https://wawasandigital.id">wawasandigital.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://wawasandigital.id/akademi-seni-banyuasin-teknologi-ar-patung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
