<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>motif Dayak Archives - wawasandigital.id</title>
	<atom:link href="https://wawasandigital.id/tag/motif-dayak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://wawasandigital.id/tag/motif-dayak/</link>
	<description>Temukan Inspirasi, Ciptakan Keindahan — Dunia Seni dan Kerajinan yang Menghidupkan Imajinasi.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 14 Nov 2025 12:09:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>
	<item>
		<title>Arsitek Rumah Bandung Gabungkan Motif Dayak &#038; Teknologi 3D</title>
		<link>https://wawasandigital.id/arsitek-rumah-bandung-gabungkan-motif-dayak-teknologi-3d/</link>
					<comments>https://wawasandigital.id/arsitek-rumah-bandung-gabungkan-motif-dayak-teknologi-3d/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2025 12:09:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspirasi Desain]]></category>
		<category><![CDATA[arsitektur modern]]></category>
		<category><![CDATA[budaya Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[desain etnik-modern]]></category>
		<category><![CDATA[desain rumah]]></category>
		<category><![CDATA[motif Dayak]]></category>
		<category><![CDATA[rumah Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi 3D]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wawasandigital.id/?p=193</guid>

					<description><![CDATA[<p>wawasandigital.id — Bandung kembali menjadi sorotan dunia desain setelah seorang arsitek muda menghadirkan konsep rumah yang...</p>
<p>The post <a href="https://wawasandigital.id/arsitek-rumah-bandung-gabungkan-motif-dayak-teknologi-3d/">Arsitek Rumah Bandung Gabungkan Motif Dayak &amp; Teknologi 3D</a> appeared first on <a href="https://wawasandigital.id">wawasandigital.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://wawasandigital.id/"><strong><em>wawasandigital.id</em></strong></a> — Bandung kembali menjadi sorotan dunia desain setelah seorang arsitek muda menghadirkan konsep rumah yang memadukan <strong>motif Dayak</strong> dengan <strong>teknologi 3D printing</strong>. Kolaborasi dua dunia yang berbeda ini menampilkan wajah baru arsitektur urban: modern, efisien, dan tetap menghormati akar budaya Nusantara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rumah ini berdiri di kawasan utara Bandung, menampilkan fasad geometris dengan detail ukiran Dayak yang dicetak melalui printer 3D berukuran besar. Materialnya ringan, tahan cuaca, dan mampu mengikuti kontur motif tradisional tanpa kehilangan kedalaman visual.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konsep ini segera menarik perhatian komunitas desain karena dianggap membawa arah baru pada arsitektur etnik-modern—gagasan yang menggabungkan warisan budaya dengan teknologi masa kini.<br><br><strong><em>Baca Juga: &#8220;<a href="https://wawasandigital.id/seniman-jambi-luncurkan-patung-kayu-driftwood-abstrak-galeri/">Seniman Jambi Luncurkan Patung Kayu Driftwood Abstrak Galeri</a>&#8220;</em></strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Arsitek Rumah Bandung</strong> <strong>Berikan Inspirasi Dayak yang Dibawa ke Era Digital</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Motif Dayak dikenal kaya simbol dan filosofi alam. Garis-garis lengkung, bentuk spiral, dan ornamen flora-fauna menjadi identitas visual yang kuat. Mengadaptasi motif ini ke dalam desain rumah bukan hal mudah, terutama karena membutuhkan akurasi bentuk.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Mengapa Motif Dayak Dipilih?</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Arsitek menjelaskan bahwa motif Dayak dipilih karena memiliki pesan kuat tentang hubungan manusia dan alam. Nilai spiritualitas tersebut sejalan dengan tren arsitektur berkelanjutan yang berkembang saat ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Motif Dayak yang diterapkan pada rumah ini meliputi:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Ukiran Hudoq</strong> sebagai elemen pintu masuk.</li>



<li><strong>Motif Aso</strong> untuk jendela sisi.</li>



<li><strong>Pola tumbuhan</strong> pada panel fasad.</li>



<li><strong>Ornamen geometris</strong> untuk langit-langit ruang keluarga.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Semua ornamen dicetak menggunakan printer 3D sehingga detailnya presisi namun tetap terasa artistik. Proses digital ini membuat motif tradisional bisa diterapkan dalam bentuk baru tanpa mengurangi makna aslinya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading"><strong><strong>Arsitek Rumah Bandung</strong> Terapkan Teknologi 3D Printing sebagai Alat Transformasi Desain</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Teknologi 3D printing menjadi inti dari proyek ini. Arsitek menggunakan printer beton dan resin khusus yang mampu membentuk detail halus dengan ketahanan tinggi.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Keunggulan Teknologi 3D dalam Arsitektur</strong></h3>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Presisi Tinggi</strong> — setiap garis motif mengikuti pola asli Dayak tanpa distorsi.</li>



<li><strong>Material Efisien</strong> — penggunaan bahan hanya sesuai kebutuhan cetak.</li>



<li><strong>Waktu Pengerjaan Cepat</strong> — panel fasad selesai dalam hitungan jam.</li>



<li><strong>Fleksibilitas Bentuk</strong> — cocok untuk motif organik dan pola rumit.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan bantuan teknologi ini, arsitektur budaya tidak lagi terbatas pada teknik pahat manual yang memakan waktu panjang. Seni tradisional kini bisa hidup dalam format modern yang praktis.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading"><strong><strong>Arsitek Rumah Bandung</strong> <strong>Berikan </strong>Ruang-ruang yang Dirancang Fungsional dan Humanis</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Meski tampak futuristik dari luar, bagian dalam rumah mengedepankan kenyamanan dan fungsi. Setiap ruang dibangun untuk kebutuhan penghuni urban yang padat aktivitas.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Pembagian Ruang yang Adaptif</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Arsitek mengatur rumah menjadi tiga zona:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Zona publik</strong>: ruang tamu, ruang serbaguna, dan teras depan.</li>



<li><strong>Zona privat</strong>: kamar tidur dan perpustakaan kecil.</li>



<li><strong>Zona transisi</strong>: dapur terbuka dan taman dalam.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Kehadiran taman dalam membuat rumah mendapatkan cahaya natural yang cukup. Udara bergerak bebas melalui ventilasi silang yang dibentuk dari panel 3D bermotif Dayak. Desain ini menawarkan estetika sekaligus aliran udara yang sehat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Material kayu lokal pada lantai dan furnitur menciptakan keseimbangan antara teknologi modern dan kehangatan etnik.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Energi Efisien dan Ramah Lingkungan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Konsep rumah ini tidak hanya menonjolkan estetika budaya. Arsitek juga menekankan pentingnya keberlanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rumah dilengkapi panel surya, sensor cahaya otomatis, dan sistem pengaturan suhu berbasis AI sederhana. Panel 3D yang berlubang-lubang berfungsi sebagai shading alami untuk mengurangi panas siang hari.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Elemen Lingkungan yang Diutamakan</strong></h3>



<ul class="wp-block-list">
<li>Ventilasi silang yang optimal.</li>



<li>Pencahayaan alami hingga 70% area rumah.</li>



<li>Material yang dapat didaur ulang.</li>



<li>Sistem atap tropis anti panas berlapis resin 3D.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Elemen ini membuat rumah lebih hemat energi dan sesuai konsep hidup urban yang berkelanjutan.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Respons Publik dan Tren yang Mulai Bergerak</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Konsep rumah ini mendapat pujian di komunitas arsitektur Bandung. Banyak yang menilai pendekatan tersebut mampu memperkenalkan budaya Dayak ke ruang urban tanpa membuatnya terlihat kuno.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengunjung yang datang ke showcase menyebut pengalaman melihat fasad rumah tersebut sebagai “kolaborasi budaya dan masa depan.” Beberapa developer mulai tertarik mengadaptasi model serupa untuk proyek perumahan tematik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tren arsitektur yang menggabungkan motif lokal dan teknologi diprediksi akan semakin berkembang. Hadirnya rumah ini menjadi pembuka jalan untuk desain yang lebih berani dan relevan dengan generasi muda.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Penutup: Arsitektur Baru yang Merangkul Identitas Nusantara</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Rumah dengan motif Dayak dan teknologi 3D ini membuktikan bahwa inovasi dan warisan budaya dapat berjalan berdampingan. Arsitektur tidak hanya soal bentuk, tetapi juga cara bercerita tentang identitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah modernitas yang cepat berubah, karya ini menjadi pengingat bahwa budaya lokal tetap memiliki tempat istimewa—bahkan ketika disajikan dalam format futuristik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan keberanian berinovasi dan ketelitian menjaga makna budaya, arsitektur Indonesia dapat terus berkembang dan menunjukkan karakter khasnya di skala global.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>Baca Juga: &#8220;<a href="https://jakarta.times.co.id/news/berita/fLk45uzyL/Melodi-Berpadu-Aroma-Kopi-The-Cianjur-Experience-Bakal-Diangkat-ke-Kancah-Global">Melodi Berpadu Aroma Kopi, &#8216;The Cianjur Experience&#8217; Bakal Diangkat ke Kancah Global</a>&#8220;</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://wawasandigital.id/arsitek-rumah-bandung-gabungkan-motif-dayak-teknologi-3d/">Arsitek Rumah Bandung Gabungkan Motif Dayak &amp; Teknologi 3D</a> appeared first on <a href="https://wawasandigital.id">wawasandigital.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://wawasandigital.id/arsitek-rumah-bandung-gabungkan-motif-dayak-teknologi-3d/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Desainer Pontianak Padukan Motif Dayak dengan Pola Minimalis</title>
		<link>https://wawasandigital.id/desainer-pontianak-motif-dayak-minimalis/</link>
					<comments>https://wawasandigital.id/desainer-pontianak-motif-dayak-minimalis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2025 04:07:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspirasi Desain]]></category>
		<category><![CDATA[batik Kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[budaya lokal]]></category>
		<category><![CDATA[busana modern]]></category>
		<category><![CDATA[desain minimalis]]></category>
		<category><![CDATA[desainer Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[fashion etnik]]></category>
		<category><![CDATA[industri kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[motif Dayak]]></category>
		<category><![CDATA[Pontianak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wawasandigital.id/?p=91</guid>

					<description><![CDATA[<p>wawasandigital.id &#8211; Dunia fashion Indonesia kembali kedatangan warna baru dari Kota Pontianak.Seorang desainer muda bernama Laras...</p>
<p>The post <a href="https://wawasandigital.id/desainer-pontianak-motif-dayak-minimalis/">Desainer Pontianak Padukan Motif Dayak dengan Pola Minimalis</a> appeared first on <a href="https://wawasandigital.id">wawasandigital.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://wawasandigital.id/"><strong><em>wawasandigital.id</em></strong></a> &#8211; Dunia fashion Indonesia kembali kedatangan warna baru dari Kota Pontianak.<br>Seorang desainer muda bernama <strong>Laras Ayuningtyas</strong> memperkenalkan koleksi busana bertema <strong>“Urban Tribe”</strong>, yang memadukan <strong>motif tradisional Dayak</strong> dengan gaya <strong>minimalis modern</strong>.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Saya ingin menunjukkan bahwa motif Dayak tidak hanya indah, tapi juga bisa tampil elegan di era modern,” ujar Laras saat ditemui dalam pameran <em>Pontianak Fashion Expo</em> di Convention Center Kalimantan Barat.</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Koleksi ini menjadi sorotan karena berhasil menghadirkan keseimbangan antara <strong>keaslian budaya lokal</strong> dan <strong>estetika kontemporer</strong>, dua hal yang sering kali sulit disatukan dalam dunia desain.<br><br><strong><em>Baca Juga: &#8220;<a href="https://wawasandigital.id/sekolah-seni-samarinda-kurikulum-digital-art/">Sekolah Seni Samarinda Terapkan Kurikulum Digital Art Interaktif</a>&#8220;</em></strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Desainer Pontianak Padukan Inspirasi dari Anyaman dan Ukiran Dayak</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam proses kreatifnya, Laras menggali inspirasi dari <strong>anyaman rotan dan ukiran rumah adat Dayak Kanayatn</strong>.<br>Motif khas seperti <strong>aso (naga bersayap)</strong> dan <strong>enggang (burung khas Kalimantan)</strong> diterjemahkan menjadi garis geometris halus pada kain linen dan katun organik.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Saya ingin menghapus kesan berat dari busana etnik. Motif Dayak tetap menjadi jiwa desain, tetapi tampil lebih ringan dan bisa dipakai sehari-hari,” jelasnya.</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Warna-warna yang dipilih pun lembut — seperti abu tanah, krem bambu, dan hitam arang — menciptakan nuansa natural yang tetap kuat secara visual.<br>Beberapa busana bahkan menampilkan <strong>kombinasi bordir tangan dan teknik sablon digital</strong> untuk menjaga detail khas namun tetap efisien dalam produksi.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Ciri Khas Koleksi “Urban Tribe”</strong></h3>



<ul class="wp-block-list">
<li>🌿 Dominasi warna alam: krem, tanah liat, dan hitam.</li>



<li>🪶 Sentuhan motif Dayak yang disederhanakan secara geometris.</li>



<li>✂️ Siluet longgar bergaya minimalis urban.</li>



<li>🧵 Penggunaan kain ramah lingkungan lokal Kalimantan.</li>
</ul>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Desainer Pontianak Padukan</strong> <strong>Filosofi Desain — Etnik yang Adaptif</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Laras percaya bahwa mode tradisional harus mampu beradaptasi tanpa kehilangan makna.<br>Menurutnya, desain minimalis bukan sekadar estetika, tetapi juga refleksi nilai <strong>kesederhanaan, keseimbangan, dan keberlanjutan.</strong></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Dayak mengajarkan harmoni antara manusia dan alam. Filosofi itu saya bawa ke dalam desain — bentuk yang tenang, tapi penuh makna,” ujarnya.</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Busana rancangannya cocok untuk berbagai acara, mulai dari <strong>gaya kasual kantor hingga semi-formal.</strong><br>Potongan simpel membuatnya mudah dipadu dengan aksesori modern tanpa kehilangan karakter lokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa karya bahkan menggunakan <strong>kain hasil tenun komunitas perempuan di Kapuas Hulu</strong>, menegaskan komitmen Laras dalam memberdayakan pengrajin lokal.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kolaborasi Desainer Pontianak dengan Komunitas Lokal</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kesuksesan koleksi ini tak lepas dari kerja sama dengan <strong>komunitas seni dan pengrajin Dayak.</strong><br>Laras menggandeng kelompok <strong>Sanggar Lembayung Craft</strong> yang berfokus pada pelestarian motif dan teknik anyaman tradisional.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Kami tak ingin sekadar meminjam motif, tapi juga menghidupkan kembali prosesnya,” kata <strong>Dewi Anjani</strong>, ketua sanggar tersebut.</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap produk dibuat dengan memperhatikan etika budaya — termasuk izin dari tokoh adat dan konsultasi mengenai makna simbol dalam motif.<br>Pendekatan ini mendapat apresiasi dari kalangan akademisi dan pecinta budaya, karena menampilkan <strong>mode sebagai sarana pelestarian identitas lokal.</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Diminati Pasar Nasional dan Internasional</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak diperkenalkan, koleksi “Urban Tribe” mendapat sambutan positif dari pasar nasional dan luar negeri.<br>Beberapa butik di Jakarta dan Singapura sudah mulai memesan koleksi terbatasnya.<br>Desain yang ringan dan serbaguna dianggap cocok untuk generasi muda yang ingin tampil modern tanpa meninggalkan nilai tradisi.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Banyak pembeli tertarik karena busana ini punya cerita. Mereka tak hanya membeli pakaian, tapi juga budaya,” tutur Laras.</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk memperluas jangkauan, Laras menggandeng platform e-commerce lokal dan pameran <em>Indonesia Fashion Craft</em>.<br>Ia juga mulai mengembangkan lini <strong>aksesoris etnik modern</strong>, seperti tas dan kalung berbahan rotan serta resin daur ulang.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tantangan dan Harapan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Meski sukses, Laras mengakui perjalanan menggabungkan tradisi dan modernitas tidak mudah.<br>Beberapa pihak menilai motif Dayak sebaiknya tidak disederhanakan. Namun, ia menegaskan bahwa tujuannya bukan menghapus nilai budaya, melainkan <strong>membawanya lebih dekat dengan generasi muda.</strong></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Kalau hanya disimpan di museum, tradisi bisa terlupakan. Saya ingin budaya Dayak hidup di jalanan kota,” ungkapnya.</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Laras berharap karyanya dapat menginspirasi desainer lain untuk mengeksplorasi kekayaan lokal tanpa rasa takut dianggap kuno.<br>Menurutnya, <strong>masa depan fashion Indonesia</strong> terletak pada keberanian menggabungkan nilai tradisi dengan desain berkelanjutan.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Refleksi: Saat Tradisi dan Inovasi Bertemu</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kehadiran Laras dan koleksinya menjadi simbol perubahan arah industri mode Tanah Air — dari konsumsi massal menuju <strong>apresiasi nilai budaya dan keberlanjutan.</strong><br>Motif Dayak kini tidak lagi hanya milik perayaan adat, tetapi juga bagian dari gaya hidup urban yang penuh makna.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Desain lokal adalah identitas. Kalau kita tidak menghidupkannya, siapa lagi?” tutup Laras.</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan langkah berani, Pontianak menegaskan diri bukan hanya kota budaya, tetapi juga <strong>pusat kreativitas fashion etnik modern</strong>, tempat di mana masa lalu dan masa depan berpadu indah dalam setiap helai kain.<br><br><strong><em>Baca Juga:&#8221;<a href="https://www.metrotvnews.com/play/kqYCYL2z-perdana-seniman-patung-kontemporer-tiongkok-pamerkan-karyanya-di-linda-galeri">Perdana, Seniman Patung Kontemporer Tiongkok Pamerkan Karyanya di Linda Galeri</a>&#8220;</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://wawasandigital.id/desainer-pontianak-motif-dayak-minimalis/">Desainer Pontianak Padukan Motif Dayak dengan Pola Minimalis</a> appeared first on <a href="https://wawasandigital.id">wawasandigital.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://wawasandigital.id/desainer-pontianak-motif-dayak-minimalis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
