<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kriya kayu Archives - wawasandigital.id</title>
	<atom:link href="https://wawasandigital.id/tag/kriya-kayu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://wawasandigital.id/tag/kriya-kayu/</link>
	<description>Temukan Inspirasi, Ciptakan Keindahan — Dunia Seni dan Kerajinan yang Menghidupkan Imajinasi.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 14 Nov 2025 11:44:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>
	<item>
		<title>Seniman Jambi Luncurkan Patung Kayu Driftwood Abstrak Galeri</title>
		<link>https://wawasandigital.id/seniman-jambi-luncurkan-patung-kayu-driftwood-abstrak-galeri/</link>
					<comments>https://wawasandigital.id/seniman-jambi-luncurkan-patung-kayu-driftwood-abstrak-galeri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2025 11:44:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produk Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[dekor alami]]></category>
		<category><![CDATA[driftwood art]]></category>
		<category><![CDATA[Eco Art]]></category>
		<category><![CDATA[galeri seni]]></category>
		<category><![CDATA[kriya kayu]]></category>
		<category><![CDATA[patung kayu abstrak]]></category>
		<category><![CDATA[seni jambi]]></category>
		<category><![CDATA[seniman lokal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wawasandigital.id/?p=194</guid>

					<description><![CDATA[<p>wawasandigital.id — Dunia seni rupa di Jambi kembali mendapat sorotan setelah seorang seniman lokal, Ardika Mahendra,...</p>
<p>The post <a href="https://wawasandigital.id/seniman-jambi-luncurkan-patung-kayu-driftwood-abstrak-galeri/">Seniman Jambi Luncurkan Patung Kayu Driftwood Abstrak Galeri</a> appeared first on <a href="https://wawasandigital.id">wawasandigital.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://wawasandigital.id/"><strong><em>wawasandigital.id</em></strong></a> — Dunia seni rupa di Jambi kembali mendapat sorotan setelah seorang seniman lokal, <strong>Ardika Mahendra</strong>, resmi meluncurkan koleksi <strong>patung kayu driftwood abstrak</strong> dalam sebuah pameran eksklusif di salah satu galeri seni kota. Koleksi ini langsung mengundang perhatian para pecinta seni, kurator, hingga komunitas desain interior yang tertarik pada karya natural bertekstur unik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karya driftwood — kayu apung yang terbentuk secara alami — semakin popular dalam seni kontemporer karena memadukan keindahan alam dengan sentuhan kreatif manusia. Ardika memanfaatkan tekstur alaminya untuk menciptakan bentuk abstrak yang menonjolkan harmoni antara ketidaksempurnaan dan estetika modern.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Ardika, setiap potongan driftwood yang ia temukan memiliki karakter tersendiri. Ada yang tergerus ombak, patah oleh angin pantai, hingga retakan alami akibat panas matahari. Semua itu menjadi bagian dari narasi visual yang ia bangun dalam karya-karyanya.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Saya tidak mengubah kayu secara berlebihan. Justru sisi alaminya yang ingin saya tonjolkan. Seni driftwood adalah tentang menerima bentuk alam dan memberi makna baru,” ujar Ardika.<br><br><strong><em>Baca Juga: &#8220;<a href="https://wawasandigital.id/studio-kreatif-bogor-luncurkan-program-magang-seni-visual/">Studio Kreatif Bogor Luncurkan Program Magang Seni Visual</a>&#8220;</em></strong></p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading">🌿 Seniman Jambi Luncurkan Driftwood: Bahan Alami dengan Cerita Panjang</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Bahan driftwood yang digunakan Ardika berasal dari pesisir timur Jambi, tempat banyak batang kayu terdampar setelah terbawa arus sungai dan ombak laut. Proses terbentuknya driftwood bisa berlangsung berbulan-bulan—bahkan bertahun-tahun—hingga menghasilkan tekstur unik yang tidak dimiliki jenis kayu lainnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Karakter utama driftwood yang membuatnya menarik:</strong></h3>



<ul class="wp-block-list">
<li>pola serat alami yang terbentuk dari kikisan air</li>



<li>warna kayu yang memudar secara natural</li>



<li>retakan kecil yang memberi kesan artistik</li>



<li>bentuk liukan yang tidak beraturan namun estetik</li>



<li>tekstur kasar yang memberi kesan rustic-modern</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Karakter ini membuat setiap karya menjadi satu-satunya, tidak ada duplikat.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading">🎨 Koleksi Patung Abstrak yang Ditampilkan Seniman Jambi </h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pameran kali ini, Ardika menampilkan <strong>12 patung abstrak driftwood</strong> dengan tema <em>Gerak Alam dan Waktu</em>.<br>Setiap karya memiliki nama dan makna khusus.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Beberapa karya unggulan:</strong></h3>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>“Pusaran Angin”</strong> — bentuk spiral alami dari satu batang besar driftwood.</li>



<li><strong>“Langkah Laut”</strong> — susunan kayu kecil yang membentuk pola ritmis, menggambarkan ombak.</li>



<li><strong>“Retak Sunyi”</strong> — potongan kayu retak memanjang yang mengekspresikan perjalanan waktu.</li>



<li><strong>“Tulang Ombak”</strong> — rangkaian kayu ringan berwarna kelabu, menyerupai tulang laut.</li>



<li><strong>“Bayang Hutan”</strong> — gabungan tiga kayu gelap yang menghasilkan siluet misterius.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap karya dipajang dengan pencahayaan lembut untuk menonjolkan tekstur kayu.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading">🪵 Seniman Jambi Luncurkan Teknik Pengolahan Minimalis Ala Ardika</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Ardika menerapkan pendekatan minimalis dalam pengolahan bahan. Alih-alih memahat secara agresif, ia memilih teknik:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>pembersihan manual tanpa merusak serat</li>



<li>pengeringan alami 2–4 minggu</li>



<li>penghalusan bagian tertentu agar aman disentuh</li>



<li>penggabungan kayu menggunakan sambungan tersembunyi</li>



<li>finishing natural oil untuk mempertahankan warna asli</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Teknik ini bertujuan menjaga karakter asli driftwood sambil memastikan karya tetap kokoh dan layak dipajang di ruang galeri maupun interior rumah.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading">🧩 Pameran  Seniman Jambi yang Menarik Perhatian Kurator</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sejumlah kurator seni dari Jambi, Palembang, dan Padang menghadiri pembukaan pameran. Banyak di antaranya menilai bahwa karya Ardika memiliki gaya yang kuat dan relevan dengan tren seni interior modern.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Alasan karya driftwood diminati kurator:</strong></h3>



<ul class="wp-block-list">
<li>tampil natural dan ramah lingkungan</li>



<li>cocok untuk galeri minimalis dan interior kontemporer</li>



<li>nilai seni unik karena tidak ada dua bentuk kayu yang sama</li>



<li>sangat diminati pasar internasional</li>



<li>sesuai tren dekor rumah berkonsep eco-art</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa kurator bahkan tertarik membawa koleksi ini ke pameran luar daerah.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading">🛒 Minat Kolektor dan Pengusaha Interior Meningkat</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak hari pertama pameran dibuka, lima karya sudah dipesan oleh kolektor lokal dan pemilik kafe berkonsep natural. Banyak pengusaha interior juga menghubungi Ardika untuk proyek dekorasi hotel dan restoran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka tertarik pada karya driftwood karena:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>menghadirkan nuansa alami</li>



<li>memiliki daya tahan tinggi</li>



<li>cocok untuk tema rustic, tropical, dan bohemian</li>



<li>terlihat mewah tanpa bahan sintetis</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Karya driftwood dianggap sebagai investasi seni sekaligus elemen dekor yang tak lekang waktu.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading">🌱 Kontribusi untuk Seni Ramah Lingkungan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Selain nilai estetika, karya driftwood juga dianggap sebagai bentuk seni ramah lingkungan. Driftwood bukan kayu yang ditebang, melainkan kayu yang ditemukan dalam kondisi terdampar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ardika bekerja sama dengan komunitas pesisir untuk:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>mengumpulkan driftwood secara legal</li>



<li>menjaga area pesisir tetap bersih</li>



<li>mengedukasi warga tentang potensi limbah alami</li>



<li>memberikan peluang usaha bagi nelayan setempat</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Inisiatif ini membuat karya seni tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga berdampak sosial.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading">🏁 Kesimpulan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Peluncuran <strong>patung kayu driftwood abstrak</strong> oleh <strong>seniman Jambi</strong> Ardika Mahendra membuktikan bahwa seni alami memiliki tempat yang kuat dalam industri kreatif modern. Melalui pendekatan minimalis, pemanfaatan bahan alami, dan tema yang dekat dengan alam, Ardika berhasil menciptakan karya yang memikat kurator, kolektor, dan pengusaha interior.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Koleksi ini tidak hanya memperkenalkan keindahan driftwood, tetapi juga menunjukkan bagaimana seni dapat menghargai alam tanpa merusaknya.<br>Pameran ini diperkirakan menjadi awal dari tren eco-art baru di Jambi dan sekitarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>Baca Juga: &#8220;<a href="https://www.vibizmedia.com/index.php/2025/11/14/ekraf-kian-menguat-pemerintah-fokus-cetak-lapangan-kerja-kreatif-untuk-generasi-muda/">Ekraf Kian Menguat, Pemerintah Fokus Cetak Lapangan Kerja Kreatif untuk Generasi Muda</a>&#8220;</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://wawasandigital.id/seniman-jambi-luncurkan-patung-kayu-driftwood-abstrak-galeri/">Seniman Jambi Luncurkan Patung Kayu Driftwood Abstrak Galeri</a> appeared first on <a href="https://wawasandigital.id">wawasandigital.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://wawasandigital.id/seniman-jambi-luncurkan-patung-kayu-driftwood-abstrak-galeri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seniman Lumajang Kenalkan Perhiasan Kayu Teknik Pembakaran</title>
		<link>https://wawasandigital.id/seniman-lumajang-perhiasan-kayu-teknik-pembakaran/</link>
					<comments>https://wawasandigital.id/seniman-lumajang-perhiasan-kayu-teknik-pembakaran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2025 12:18:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produk Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi kreatif Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[kriya kayu]]></category>
		<category><![CDATA[perhiasan alami]]></category>
		<category><![CDATA[seni ramah lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Seniman Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[teknik pembakaran kayu]]></category>
		<category><![CDATA[Wood Ember Jewelry]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wawasandigital.id/?p=125</guid>

					<description><![CDATA[<p>wawasandigital.id — Seorang seniman Lumajang bernama Rafli Hidayat berhasil mencuri perhatian komunitas kriya nasional lewat karya...</p>
<p>The post <a href="https://wawasandigital.id/seniman-lumajang-perhiasan-kayu-teknik-pembakaran/">Seniman Lumajang Kenalkan Perhiasan Kayu Teknik Pembakaran</a> appeared first on <a href="https://wawasandigital.id">wawasandigital.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://wawasandigital.id/"><strong><em>wawasandigital.id</em></strong></a> — Seorang <strong>seniman Lumajang</strong> bernama <strong>Rafli Hidayat</strong> berhasil mencuri perhatian komunitas kriya nasional lewat karya perhiasan unik yang dibuat dari kayu menggunakan <strong>teknik pembakaran tradisional</strong>. Inovasi ini memadukan unsur seni, lingkungan, dan filosofi lokal, menjadikannya karya yang bernilai estetis sekaligus ramah lingkungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karya yang ia namakan <em>“Wood Ember Jewelry”</em> ini dipamerkan dalam acara <em>Artisanal Week Lumajang 2025</em> di Galeri Tugu, dan mendapat apresiasi karena berhasil mengubah limbah kayu menjadi aksesori modern bernuansa etnik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya ingin menunjukkan bahwa kayu bukan hanya bahan furnitur, tapi juga bisa menjadi simbol keindahan yang hidup. Teknik pembakaran ini memberi karakter alami pada setiap potongan,” ujar Rafli, <strong>seniman Lumajang</strong> yang juga pengajar di Sanggar Rupa Nusantara.<br><br><em><strong>Baca Juga: &#8220;<a href="https://wawasandigital.id/akademi-seni-banyuasin-teknologi-ar-patung/">Akademi Seni Banyuasin Gunakan Teknologi AR Belajar Patung</a>&#8220;</strong></em></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading">Seniman Lumajang Kenalkan Teknik Pembakaran yang Menjadi Ciri Khas</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Metode yang digunakan Rafli disebut sebagai <strong>“char burn technique”</strong>, teknik membakar permukaan kayu secara terkontrol untuk menghasilkan warna gelap alami tanpa pewarna kimia. Setelah dibakar, permukaan kayu disikat halus, dilapisi minyak alami, dan dipadukan dengan logam tembaga atau perak daur ulang.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Tahapan Pembuatan Perhiasan Kayu</strong></p>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Pemilihan bahan:</strong> menggunakan kayu jati muda, mahoni, atau sonokeling limbah kerajinan.</li>



<li><strong>Proses pembakaran:</strong> dilakukan dengan suhu rendah agar tekstur alami tetap terjaga.</li>



<li><strong>Finishing alami:</strong> permukaan disegel dengan minyak biji rami dan lilin lebah.</li>



<li><strong>Perakitan logam:</strong> bagian sambungan dibuat dari tembaga bekas alat musik tua.</li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut <strong>seniman Lumajang</strong> ini, teknik tersebut terinspirasi dari metode Jepang kuno <em>yakisugi</em> yang digunakan untuk melindungi kayu dari cuaca ekstrem, namun ia modifikasi agar lebih cocok untuk iklim tropis dan material lokal.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading">Perbandingan Teknik Perhiasan Kayu</h2>



<figure class="wp-block-table"><table class="has-fixed-layout"><thead><tr><th>Jenis Teknik</th><th>Asal</th><th>Karakter Warna</th><th>Bahan Pendukung</th><th>Daya Tahan</th></tr></thead><tbody><tr><td><em>Polish Natural</em></td><td>Eropa</td><td>Cokelat terang</td><td>Kayu keras</td><td>Sedang</td></tr><tr><td><em>Resin Casting</em></td><td>Modern</td><td>Transparan</td><td>Resin + serpihan kayu</td><td>Tinggi</td></tr><tr><td><em>Char Burn (Rafli)</em></td><td>Indonesia</td><td>Hitam alami bergradasi</td><td>Kayu lokal + logam daur ulang</td><td>Tinggi</td></tr></tbody></table></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Perpaduan warna hitam arang dengan kilauan tembaga menjadikan karya <strong>seniman Lumajang</strong> ini tampak elegan namun tetap membawa nuansa alam pedesaan.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading">Filosofi Seniman Lumajang dan Nilai Lingkungan di Balik Karya</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Rafli menegaskan bahwa setiap karya memiliki pesan tentang siklus kehidupan alam. Ia memanfaatkan limbah kayu dari pengrajin meubel di Lumajang, lalu mengolahnya kembali menjadi benda bernilai tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Pesan yang Ingin Disampaikan</strong></p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Kebangkitan dari arang:</strong> kayu yang terbakar melambangkan kekuatan setelah melalui tekanan.</li>



<li><strong>Seni yang hidup:</strong> setiap guratan arang menjadi jejak waktu dan panas yang dihadapi alam.</li>



<li><strong>Keberlanjutan:</strong> bahan daur ulang menjadi perhiasan yang tak hanya indah tapi juga etis.</li>



<li><strong>Kemandirian lokal:</strong> pembuktian bahwa karya seni kelas dunia bisa lahir dari desa.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">“Setiap kalung dan cincin yang saya buat punya cerita. Arangnya bukan noda, tapi tanda perjalanan,” katanya dengan senyum ringan.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading">Respons Pasar dan Dukungan Komunitas Seniman Lumajang</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Karya <strong>seniman Lumajang</strong> ini kini mulai dilirik oleh pasar nasional dan internasional. Melalui platform <em>CraftHub Indonesia</em>, Rafli menerima pesanan dari pembeli di Yogyakarta, Bali, bahkan Jepang. Harga satu perhiasan berkisar antara <strong>Rp350 ribu hingga Rp1,5 juta</strong>, tergantung tingkat detail dan logam yang digunakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Dukungan Lokal untuk Pengembangan</strong></p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Dinas Koperasi dan UMKM Lumajang</strong> membantu promosi lewat pameran daerah.</li>



<li><strong>Komunitas Kriya Nusantara</strong> memberi pelatihan branding dan e-commerce.</li>



<li><strong>Bank daerah setempat</strong> mendukung permodalan lewat program kredit kreatif.</li>



<li><strong>Kampanye #BeliKaryaLokal</strong> membantu meningkatkan visibilitas produk di media sosial.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut data dari <em>Indonesian Craft Council 2025</em>, permintaan produk kriya alami meningkat 34% sejak awal tahun, terutama dari kalangan muda yang mencari aksesori ramah lingkungan.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading">Perhiasan Kayu sebagai Identitas Baru Lumajang</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui karya inovatif ini, <strong>seniman Lumajang</strong> berhasil mengangkat citra daerahnya sebagai pusat seni berbasis alam. Karya Rafli kini tidak hanya dijual di galeri, tetapi juga dipajang di beberapa hotel dan butik seni di Banyuwangi dan Malang.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Misi Seni Berkelanjutan</strong></p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Mengedukasi anak muda tentang pemanfaatan bahan alam.</li>



<li>Membentuk komunitas <em>EcoArt Lumajang</em> yang fokus pada seni hijau.</li>



<li>Membangun rumah produksi perhiasan kayu ramah lingkungan.</li>



<li>Mengadakan lokakarya bagi pelajar tentang teknik pembakaran kayu artistik.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">“Lumajang punya potensi besar, tapi perlu diberi ruang untuk bereksperimen. Saya ingin anak muda di sini berani menciptakan gaya seni mereka sendiri,” ujar Rafli menutup wawancara.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading">Potensi Kriya Lokal di Masa Depan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Keberhasilan <strong>seniman Lumajang</strong> ini memperlihatkan bagaimana kreativitas bisa menjadi solusi untuk masalah limbah dan identitas lokal. Dengan pendekatan yang autentik dan berkelanjutan, karya seperti <em>Wood Ember Jewelry</em> membuka jalan baru bagi perkembangan ekonomi kreatif di wilayah tapal kuda Jawa Timur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program pengembangan kriya lokal yang tengah digagas oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan pasar serta menjadikan Lumajang sebagai destinasi seni baru berbasis material alami.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Setiap karya seni yang berakar dari alam akan selalu punya tempat di hati masyarakat,” ucap Rafli dengan penuh keyakinan.<br><br><strong><em>Baca Juga: &#8220;<a href="https://www.fimela.com/lifestyle/read/6203937/8-inspirasi-desain-rumah-dengan-view-langsung-ke-pegunungan-nyaman-dan-menenangkan">8 Inspirasi Desain Rumah dengan View Langsung ke Pegunungan, Nyaman dan Menenangkan</a>&#8220;</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://wawasandigital.id/seniman-lumajang-perhiasan-kayu-teknik-pembakaran/">Seniman Lumajang Kenalkan Perhiasan Kayu Teknik Pembakaran</a> appeared first on <a href="https://wawasandigital.id">wawasandigital.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://wawasandigital.id/seniman-lumajang-perhiasan-kayu-teknik-pembakaran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
