<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>furnitur daur ulang Archives - wawasandigital.id</title>
	<atom:link href="https://wawasandigital.id/tag/furnitur-daur-ulang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://wawasandigital.id/tag/furnitur-daur-ulang/</link>
	<description>Temukan Inspirasi, Ciptakan Keindahan — Dunia Seni dan Kerajinan yang Menghidupkan Imajinasi.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 05 Nov 2025 13:02:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>
	<item>
		<title>Studio Rupa Pematangsiantar Hadirkan Furnitur Daur Ulang Kayu</title>
		<link>https://wawasandigital.id/studio-rupa-pematangsiantar-furnitur-daur-ulang-kayu/</link>
					<comments>https://wawasandigital.id/studio-rupa-pematangsiantar-furnitur-daur-ulang-kayu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2025 12:59:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspirasi Desain]]></category>
		<category><![CDATA[arsitektur berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[desain interior hijau]]></category>
		<category><![CDATA[furnitur daur ulang]]></category>
		<category><![CDATA[gaya hidup eco]]></category>
		<category><![CDATA[industri kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[kayu bekas]]></category>
		<category><![CDATA[kerajinan kayu]]></category>
		<category><![CDATA[Studio Rupa Pematangsiantar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wawasandigital.id/?p=105</guid>

					<description><![CDATA[<p>wawasandigital.id&#160;–&#160;Studio Rupa, rumah desain asal Pematangsiantar, kembali menarik perhatian dunia desain interior dengan meluncurkan koleksi...</p>
<p>The post <a href="https://wawasandigital.id/studio-rupa-pematangsiantar-furnitur-daur-ulang-kayu/">Studio Rupa Pematangsiantar Hadirkan Furnitur Daur Ulang Kayu</a> appeared first on <a href="https://wawasandigital.id">wawasandigital.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://wawasandigital.id/"><strong><em>wawasandigital.id</em></strong></a>&nbsp;–&nbsp;Studio Rupa, rumah desain asal <strong>Pematangsiantar</strong>, kembali menarik perhatian dunia desain interior dengan meluncurkan koleksi <strong>furnitur daur ulang kayu</strong>.<br>Proyek ini menghadirkan kombinasi antara <strong>keindahan alami material bekas dan inovasi desain modern</strong> yang mendukung gerakan pelestarian lingkungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap karya dibuat dari potongan kayu sisa bangunan lama, palet pengiriman, hingga mebel rusak yang direstorasi menjadi produk bernilai seni tinggi.<br>Tujuan utamanya bukan sekadar menciptakan furnitur estetik, tetapi juga <strong>menghidupkan kembali kayu lama dengan cerita baru yang berkelanjutan.</strong></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Kami percaya setiap potongan kayu punya sejarah, dan tugas kami adalah memberi kehidupan baru padanya,” ungkap Fara Lestari, desainer utama Studio Rupa.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>Baca Juga: &#8220;<a href="https://wawasandigital.id/komunitas-artgrow-manado-kelas-melukis-ruang-publik/"><a href="https://wawasandigital.id/komunitas-artgrow-manado-kelas-melukis-ruang-publik/">Komunitas ArtGrow Manado Adakan Kelas Melukis Ruang Publik</a></a>&#8220;</em></strong></p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Studio Rupa Pematangsiantar</strong> <strong>Hadirkan Proses Produksi Ramah Lingkungan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Studio Rupa menggunakan pendekatan <em>zero waste design</em>, di mana setiap potongan bahan diolah hingga tak ada limbah tersisa.<br>Dalam proses produksi, mereka memanfaatkan:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>🌿 <strong>Kayu bekas konstruksi dan peti kemas</strong> sebagai bahan utama.</li>



<li>🔧 <strong>Teknik sambungan tradisional tanpa paku</strong> untuk memperpanjang usia furnitur.</li>



<li>💨 <strong>Finishing alami berbasis air</strong> agar aman bagi lingkungan dan penghuni rumah.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, penggunaan <strong>peralatan hemat energi dan sistem pengeringan matahari</strong> membuat proses produksi lebih hijau dibanding metode industri massal.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Kami tidak hanya mendesain, tapi juga mendidik masyarakat untuk melihat nilai dari bahan bekas,” tambah Fara.</p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Studio Rupa Pematangsiantar Hadirkan</strong> <strong>Estetika Modern dengan Sentuhan Lokal</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap furnitur dari Studio Rupa mengusung <strong>gaya minimalis tropis</strong>, yang menonjolkan karakter serat kayu alami dan bentuk sederhana.<br>Desainnya terinspirasi oleh <strong>arsitektur rumah Batak dan elemen alam Sumatera Utara</strong>, yang dipadukan dengan konsep interior modern.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Koleksi terbaru mereka meliputi meja makan lipat, rak modular, hingga kursi santai ergonomis yang dibuat dari <strong>kayu jati bekas dermaga.</strong><br>Permukaan furnitur menampilkan corak retak alami yang dipertahankan sebagai bagian dari karakter bahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam galeri Studio Rupa, setiap karya diberi label kecil yang menjelaskan <strong>asal-usul bahan, usia kayu, dan proses pembuatannya.</strong><br>Hal ini memberikan nilai edukatif dan menambah daya tarik bagi konsumen yang peduli pada keberlanjutan.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Studio Rupa Pematangsiantar</strong> <strong>Mendukung Ekonomi Sirkular dan UMKM Lokal</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Inisiatif Studio Rupa juga berdampak luas pada ekonomi lokal.<br>Mereka bekerja sama dengan <strong>pengrajin kayu dan bengkel kecil di Pematangsiantar</strong> untuk mengolah material bekas menjadi produk siap jual.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kolaborasi ini menghasilkan ekosistem baru di mana:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>🔁 Kayu bekas tidak berakhir di tempat sampah.</li>



<li>🛠️ Pengrajin lokal mendapatkan pendapatan tambahan.</li>



<li>🏡 Konsumen memperoleh furnitur unik dengan harga terjangkau.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Selain menjual langsung di studio, mereka juga memperluas pasar lewat e-commerce dan pameran desain berkelanjutan di kota besar seperti Medan dan Jakarta.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Kami ingin menunjukkan bahwa produk dari kota kecil bisa bersaing di pasar nasional bahkan internasional,” kata Fara.</p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Inovasi Desain: Dari Kayu Bekas Jadi Karya Seni</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Studio Rupa memadukan teknologi dan keterampilan tangan dalam setiap kreasinya.<br>Mereka menggunakan perangkat <strong>CAD (Computer-Aided Design)</strong> untuk memastikan presisi bentuk sebelum dipotong manual oleh pengrajin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa karya juga memanfaatkan <strong>teknik “patchwork wood”</strong>, yakni penyusunan potongan kayu kecil dari berbagai jenis pohon seperti mahoni, jati, dan nangka untuk membentuk pola mozaik alami.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Koleksi unggulan mereka, <strong>“Reclaim Series”</strong>, bahkan terinspirasi dari rumah panggung tua yang dibongkar di Danau Toba.<br>Materialnya diolah menjadi meja kerja dan lemari dengan tampilan rustik elegan yang kini banyak diminati kalangan profesional muda.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Desain Ramah Ruang dan Adaptif</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Studio Rupa memahami kebutuhan masyarakat modern yang hidup di ruang terbatas.<br>Karena itu, sebagian besar produk mereka memiliki desain <strong>modular dan multifungsi</strong>.<br>Contohnya:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>🪑 <strong>Kursi lipat dua posisi</strong>, bisa digunakan sebagai bangku tamu atau tempat santai.</li>



<li>🧺 <strong>Meja penyimpanan serbaguna</strong>, berfungsi sebagai meja kopi dan laci penyimpanan tersembunyi.</li>



<li>🛋️ <strong>Rak gantung ringan</strong>, mudah dipasang tanpa bor dan cocok untuk apartemen kecil.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Pendekatan ini membuat furnitur mereka <strong>ideal untuk generasi muda perkotaan</strong> yang ingin bergaya tanpa mengorbankan ruang dan lingkungan.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pameran dan Rencana Ekspansi</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Studio Rupa telah tampil di beberapa pameran desain nasional dan mendapatkan apresiasi tinggi.<br>Mereka berencana memperluas pasar ke <strong>Singapura dan Malaysia</strong>, dua negara dengan permintaan tinggi terhadap produk ramah lingkungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, Studio Rupa juga tengah mengembangkan <strong>program pelatihan desain hijau untuk anak muda Pematangsiantar.</strong><br>Tujuannya agar semakin banyak generasi baru yang memahami nilai desain berkelanjutan dan ikut berkontribusi dalam industri kreatif hijau.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Kami ingin menciptakan gerakan, bukan sekadar produk,” tutup Fara.</p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan: Dari Limbah Jadi Warisan Desain</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kehadiran <strong>Studio Rupa Pematangsiantar</strong> menunjukkan bahwa keberlanjutan dan kreativitas bisa berjalan seiring.<br>Dari kayu bekas yang nyaris terlupakan, mereka menciptakan furnitur fungsional, estetis, dan ramah lingkungan — sekaligus <strong>memberi makna baru pada konsep keindahan.</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Inovasi ini tidak hanya memperkuat posisi Pematangsiantar sebagai <strong>pusat desain hijau Sumatera</strong>, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak desainer muda Indonesia untuk berpikir ulang tentang bahan, nilai, dan tanggung jawab terhadap bumi. 🌿<br><br><strong><em>Baca Juga: &#8220;<a href="https://www.tempo.co/teroka/memodernisasi-seni-topeng-panji-demi-mimpi-mendunia-1354592">Memodernisasi Seni Topeng Panji Demi Mimpi Mendunia</a>&#8220;</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://wawasandigital.id/studio-rupa-pematangsiantar-furnitur-daur-ulang-kayu/">Studio Rupa Pematangsiantar Hadirkan Furnitur Daur Ulang Kayu</a> appeared first on <a href="https://wawasandigital.id">wawasandigital.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://wawasandigital.id/studio-rupa-pematangsiantar-furnitur-daur-ulang-kayu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Komunitas Bandung Sulap Limbah Kayu Jadi Furnitur Estetik</title>
		<link>https://wawasandigital.id/komunitas-bandung-limbah-kayu-furnitur-estetik/</link>
					<comments>https://wawasandigital.id/komunitas-bandung-limbah-kayu-furnitur-estetik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2025 03:28:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produk Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[eco design]]></category>
		<category><![CDATA[furnitur daur ulang]]></category>
		<category><![CDATA[green living]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[limbah kayu]]></category>
		<category><![CDATA[sustainability]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM lokal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://wawasandigital.id/?p=51</guid>

					<description><![CDATA[<p>wawasandigital.id – Di tengah meningkatnya tren sustainable living dan gaya hidup ramah lingkungan, komunitas kreatif di...</p>
<p>The post <a href="https://wawasandigital.id/komunitas-bandung-limbah-kayu-furnitur-estetik/">Komunitas Bandung Sulap Limbah Kayu Jadi Furnitur Estetik</a> appeared first on <a href="https://wawasandigital.id">wawasandigital.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://wawasandigital.id/"><strong><em>wawasandigital.id</em></strong></a> – Di tengah meningkatnya tren <em>sustainable living</em> dan gaya hidup ramah lingkungan, komunitas kreatif di Bandung berhasil menghadirkan inovasi menarik: mengubah limbah kayu menjadi furnitur estetik bernilai tinggi. Inisiatif ini tak hanya menawarkan produk unik, tetapi juga menjadi solusi nyata terhadap persoalan limbah industri dan rumah tangga yang kian menumpuk di kota kreatif tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program ini digagas oleh <em>WoodCycle Bandung</em>, sebuah komunitas yang beranggotakan para pengrajin muda, desainer interior, dan pecinta lingkungan. Mereka mengumpulkan potongan kayu sisa dari pabrik, toko bangunan, serta limbah rumah tangga untuk diolah kembali menjadi meja, kursi, rak, dan dekorasi ruangan bergaya minimalis. “Kami ingin menunjukkan bahwa keindahan tak harus berasal dari bahan baru,” ujar pendiri komunitas, Arief Nugraha.<br><br><strong><em>Baca Juga: &#8220;<a href="https://wawasandigital.id/sekolah-seni-bali-patung-dari-sampah-plastik/">Sekolah Seni Bali Ajak Siswa Belajar Patung dari Sampah Plastik</a>&#8220;</em></strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h3 class="wp-block-heading">Dari Sisa Produksi Jadi Karya Seni</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Bandung dikenal sebagai kota yang kaya akan kreativitas, dan hal itu tampak jelas dalam gerakan <em>WoodCycle</em>. Setiap potongan kayu yang dianggap tak berguna, disulap menjadi karya furnitur yang memiliki nilai estetika dan fungsionalitas tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Para anggota komunitas menerapkan prinsip <em>upcycling</em>—yakni memanfaatkan limbah menjadi produk dengan nilai lebih tinggi. Dalam prosesnya, mereka menggunakan teknik <em>handcrafted</em> dengan finishing alami untuk menjaga tekstur asli kayu. Hasilnya, setiap produk memiliki karakter unik yang tidak bisa ditemukan di toko furnitur massal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Setiap guratan kayu punya cerita,” tambah Arief. “Kami berusaha tidak menutupi cela atau retak alami, karena justru di situlah letak keindahannya.” Pendekatan ini membuat produk <em>WoodCycle</em> digemari oleh pecinta desain <em>eco-friendly</em> dan hotel-hotel berkonsep hijau di Bandung.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h3 class="wp-block-heading">Kolaborasi dengan Desainer dan UMKM</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Inovasi <em>WoodCycle</em> tak berhenti pada proses produksi. Komunitas ini juga menggandeng desainer muda dan pelaku UMKM untuk mengembangkan produk furnitur sesuai kebutuhan pasar modern.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa desainer interior lokal membantu dalam hal estetika dan ergonomi produk, sementara UMKM di bidang <em>home décor</em> berperan dalam pemasaran dan distribusi. Bentuk kolaborasi ini menciptakan ekosistem kreatif yang saling menguatkan dan memberi nilai ekonomi baru dari bahan yang sebelumnya terbuang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">H3: Sinergi Karya dan Ekonomi Lokal<br>Selain aspek lingkungan, kolaborasi ini juga membantu membuka lapangan kerja baru. Beberapa anggota komunitas berasal dari latar belakang ekonomi menengah ke bawah yang kini memperoleh penghasilan tetap melalui produksi furnitur daur ulang.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h3 class="wp-block-heading">Proses Produksi Ramah Lingkungan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Transformasi limbah kayu menjadi furnitur melalui beberapa tahapan yang tetap mengutamakan prinsip keberlanjutan:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Pengumpulan Bahan:</strong> Limbah kayu dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk pabrik mebel dan proyek konstruksi.</li>



<li><strong>Penyortiran dan Pembersihan:</strong> Kayu yang masih layak digunakan dipisahkan, dibersihkan, dan dikeringkan untuk mencegah jamur.</li>



<li><strong>Desain dan Pembentukan:</strong> Pengrajin dan desainer bekerja sama menciptakan desain sesuai karakteristik potongan kayu.</li>



<li><strong>Finishing Ramah Lingkungan:</strong> Penggunaan pelapis berbahan alami seperti minyak biji rami menggantikan bahan kimia berbahaya.</li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Tahapan ini menjadi bagian dari edukasi yang juga diajarkan kepada masyarakat melalui lokakarya yang rutin diadakan setiap bulan.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h3 class="wp-block-heading">Tren Furnitur Daur Ulang di Bandung</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Fenomena <em>eco-furniture</em> kini tengah naik daun di Bandung. Konsumen urban semakin peduli pada aspek keberlanjutan, sehingga permintaan terhadap furnitur daur ulang meningkat signifikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut survei komunitas <em>WoodCycle</em>, penjualan produk berbasis limbah kayu meningkat 40% dalam setahun terakhir. Banyak warga yang beralih ke furnitur lokal karena dinilai lebih autentik, tahan lama, dan memiliki cerita unik di balik pembuatannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Daftar tren yang muncul dari pergerakan ini antara lain:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Gaya <em>rustic minimalis</em> dengan dominasi warna alami.</li>



<li>Penggunaan kayu palet dan jati belanda bekas sebagai bahan utama.</li>



<li>Furnitur multifungsi yang bisa dilipat atau dipindahkan dengan mudah.</li>



<li>Dekorasi rumah bergaya <em>natural living</em> yang menyatu dengan konsep hijau.</li>
</ul>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h3 class="wp-block-heading">Edukasi dan Dampak Sosial</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Selain berproduksi, <em>WoodCycle Bandung</em> aktif mengedukasi masyarakat melalui kegiatan <em>workshop</em> dan pameran. Mereka mengajarkan cara mengolah limbah kayu menjadi karya kecil seperti tatakan gelas, bingkai foto, atau rak sederhana.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Membangun Kesadaran Generasi Muda</strong><br>Salah satu fokus utama komunitas ini adalah melibatkan generasi muda. Mahasiswa seni rupa, arsitektur, hingga siswa SMK diajak terlibat langsung dalam proyek-proyek kreatif yang mengedepankan kepedulian terhadap lingkungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami ingin anak muda tahu bahwa limbah bukan akhir dari nilai guna,” kata Dinda Rahma, koordinator kegiatan <em>WoodCycle</em>. Melalui pendekatan ini, komunitas berharap Bandung dapat menjadi kota percontohan untuk gerakan furnitur berkelanjutan di Indonesia.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h3 class="wp-block-heading">Harapan ke Depan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, <em>WoodCycle Bandung</em> berencana memperluas jaringan ke berbagai kota di Jawa Barat dengan membuka pusat pelatihan dan galeri pameran. Mereka juga tengah menjajaki kerja sama dengan perusahaan <em>green building</em> dan hotel ramah lingkungan untuk menyediakan furnitur daur ulang bersertifikat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan visi menjadikan limbah sebagai sumber keindahan, gerakan ini diharapkan mampu menumbuhkan ekonomi sirkular di sektor industri kreatif lokal. Lebih dari itu, <em>WoodCycle</em> ingin membuktikan bahwa kepedulian lingkungan bisa sejalan dengan nilai ekonomi dan estetika.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>Baca Juga: &#8220;<a href="https://www.metrotvnews.com/play/b3JCp1Aj-ktt-apec-2025-diikuti-21-negara-anggota">KTT APEC 2025 Diikuti 21 Negara Anggota</a>&#8220;</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://wawasandigital.id/komunitas-bandung-limbah-kayu-furnitur-estetik/">Komunitas Bandung Sulap Limbah Kayu Jadi Furnitur Estetik</a> appeared first on <a href="https://wawasandigital.id">wawasandigital.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://wawasandigital.id/komunitas-bandung-limbah-kayu-furnitur-estetik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
